Sinergi Vokasi Kemaritiman: SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi Gandeng PT Dharma Lautan Utama Matangkan Sinkronisasi Kurikulum DP IV dan Pertahankan Status Approval Kemenhub

Featured blog image
Umum 01 July 2026

Sinergi Vokasi Kemaritiman: SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi Gandeng PT Dharma Lautan Utama Matangkan Sinkronisasi Kurikulum DP IV dan Pertahankan Status Approval Kemenhub

Author

IROE SUKARTONO MAHDI S.Pd., M.Pd.

Editor

BANYUWANGIe bulletin - Akselerasi peningkatan mutu pendidikan vokasi di tanah air terus bergulir tanpa henti. Salah satu gebrakan nyata ditunjukkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kalipuro Banyuwangi. Sebagai satu-satunya sekolah pelayaran kapal niaga berstatus negeri di wilayah kerja Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara, lembaga pendidikan ini terus berbenah dan memperkuat posisinya di kancah nasional. Langkah taktis terbaru yang mereka lakukan adalah menyelenggarakan agenda In-House Training (IHT) Sinkronisasi Kurikulum yang dilaksanakan secara intensif di lingkungan kampus sekolah setempat.

Agenda strategis ini secara khusus menggandeng mitra industri papan atas, yakni PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Banyuwangi, sebuah perusahaan pelayaran nasional yang memiliki reputasi besar dalam pelayanan transportasi laut dan logistik di Indonesia. Kolaborasi ini dirancang sebagai jembatan emas untuk menyelaraskan antara materi pembelajaran di kelas dengan kebutuhan riil operasional armada kapal niaga di dunia kerja saat ini.

Langkah ini juga menjadi sangat krusial mengingat SMKN 1 Kalipuro belum lama ini, tepatnya pada tanggal 5 Februari 2026, telah resmi berhasil meraih kembali status approval (pengesahan) resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Status approval tersebut merupakan legalitas mutlak berskala internasional yang menegaskan bahwa seluruh proses diklat, fasilitas, dan kurikulum di sekolah ini telah memenuhi standar konvensi internasional STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers). Oleh karena itu, kegiatan sinkronisasi ini menjadi salah satu pilar penting bagi sekolah untuk mempertahankan kualifikasi bergengsi tersebut di masa depan.


Komitmen Tanpa Batas: Libur Semester, Pendidik Tetap Mengabdi

Pelaksanaan IHT Sinkronisasi Kurikulum ini mencerminkan komitmen tinggi dari segenap civitas akademika SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi. Meskipun saat ini kalender akademik menunjukkan masa liburan semester genap—di mana lingkungan sekolah biasanya lengang dari aktivitas belajar mengajar—suasana di dalam ruang pertemuan justru menunjukkan pemandangan yang kontras. Seluruh jajaran guru produktif, guru mata pelajaran umum, hingga staf administrasi sekolah tampak hadir secara penuh dengan mengenakan seragam dinas rapi.

Mereka dengan sukarela mengorbankan waktu libur demi duduk bersama, membedah modul pembelajaran, dan menyerap masukan dari praktisi industri. Semangat pengabdian ini mendapat apresiasi tinggi karena menunjukkan bahwa kesiapan mencetak perwira remaja yang andal tidak boleh terhambat oleh hari libur. Dedikasi kolektif inilah yang menjadi motor penggerak utama SMKN 1 Kalipuro dalam menjaga mutu lulusannya agar tetap kompetitif.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Kepala SMKN 1 Kalipuro, Agung Rahmadi, S.Pd., M.Si. Dalam penyampaiannya, Agung menekankan bahwa sekolah pelayaran tidak boleh berdiri seperti menara gading yang terisolasi dari realitas industri. Baginya, keterlibatan aktif dari operator kapal seperti PT Dharma Lautan Utama adalah sebuah keharusan demi melahirkan lulusan yang siap pakai, bukan lulusan yang masih harus dilatih dari nol lagi saat bekerja.

Agung Rahmadi juga menegaskan bahwa tantangan dunia pelayaran kapal niaga di era modern semakin kompleks. Digitalisasi navigasi, perubahan regulasi keselamatan pelayaran, hingga tuntutan efisiensi energi di atas kapal menuntut kurikulum sekolah untuk selalu dinamis. Melalui forum IHT ini, pihak sekolah membuka diri secara penuh terhadap kritik, saran, dan masukan konstruktif dari pihak industri demi menyempurnakan draf kurikulum Diklat Pelaut (DP) IV yang mereka miliki.

Dukungan Penuh Cabang Dinas dan Prospek Pengembangan Lahan

Suasana pembukaan IHT semakin khidmat dan bermakna dengan kehadiran Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Iwan Triyono, S.Pd., M.M. Kehadiran beliau bukan hanya untuk membuka acara secara resmi, melainkan juga memberikan pengarahan strategis mengenai arah kebijakan pendidikan vokasi di wilayah Jawa Timur, khususnya di Bumi Blambangan.

Dalam sambutan dan arahannya, Iwan Triyono menyampaikan pandangan yang sangat optimistis mengenai masa depan SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi. Ia menggarisbawahi bahwa sekolah ini memegang peran strategis dan memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh sekolah lain di Jawa Timur, Bali, maupun Nusa Tenggara. Status sebagai satu-satunya sekolah pelayaran negeri di wilayah kelolaan tersebut membuat SMKN 1 Kalipuro menjadi tumpuan harapan bagi lahirnya generasi pelaut niaga yang andal di Indonesia bagian timur.

Lebih lanjut, Iwan Triyono mengamati potensi fisik yang dimiliki oleh sekolah ini. Ia menyebutkan bahwa SMKN 1 Kalipuro memiliki modal besar berupa lahan sekolah yang masih sangat luas dan belum sepenuhnya terbangun. Karakteristik wilayah geografis Kalipuro yang strategis dan ditopang oleh ketersediaan lahan ini dinilai sebagai peluang emas untuk melakukan ekspansi fasilitas pendidikan secara masif ke depannya.

Menurut Iwan, dengan lahan yang luas tersebut, sekolah memiliki fleksibilitas tinggi untuk membangun fasilitas-fasilitas penunjang diklat baru yang disyaratkan oleh Ditjen Hubla maupun regulasi internasional. Sekolah bisa merencanakan pembangunan ruang kelas baru yang representatif, asrama taruna yang lebih modern, gedung pelatihan keselamatan kerja (Safety Training Center), hingga fasilitas olahraga dan pembinaan fisik terpadu. Dukungan ketersediaan ruang fisik ini diyakini akan mempermudah langkah sekolah dalam mempertahankan status approval secara berkelanjutan tanpa terkendala keterbatasan lahan.


Peninjauan Fasilitas dan Kesan Mendalam pada Simulator Kapal Niaga

Usai memberikan sambutan dan membuka kegiatan secara resmi, Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Iwan Triyono, melakukan peninjauan langsung (hospitality tour) ke berbagai sudut lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat dari dekat kesiapan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah dalam mendukung implementasi kurikulum yang sedang disinkronisasikan.

Didampingi oleh Kepala Sekolah Agung Rahmadi beserta tim manajemen, Iwan Triyono berjalan menyusuri koridor sekolah, melihat kondisi ruang kelas, fasilitas asrama, hingga tiba di pusat teknologi pembelajaran sekolah, yaitu Laboratorium Simulator Kapal Niaga. Ruangan ini merupakan jantung dari pelatihan praktik bagi para taruna sebelum mereka diizinkan melakukan praktik kerja nyata di laut lepas.

Di dalam laboratorium tersebut, Iwan Triyono disuguhi pemandangan perangkat simulator canggih yang mampu mereplikasi kondisi anjungan kapal secara nyata lengkap dengan visualisasi cuaca, gelombang laut, dan rute pelayaran digital. Tidak sekadar melihat, Iwan juga ditantang untuk menjajal langsung mengoperasionalkan sistem simulator kemudi kapal niaga tersebut.

Aktivitas uji coba operasional simulator ini dipandu secara langsung dan taktis oleh salah satu guru produktif Nautika Kapal Niaga (NKN) senior SMKN 1 Kalipuro, Wawuh Sondi Purnomo, S.T., Gr. Dengan pembawaan yang tenang dan profesional, Wawuh memberikan penjelasan mendetail mengenai fungsi dari masing-masing instrumen navigasi, radar, tuas gas, hingga sistem komunikasi internal kapal virtual tersebut. Wawuh juga mendemonstrasikan bagaimana simulator ini dapat diatur untuk mensimulasikan situasi darurat di tengah laut, sehingga taruna terlatih untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Merasakan langsung sensasi mengendalikan kapal niaga virtual melalui perangkat berteknologi tinggi tersebut membuat Plt. Kacabdin Iwan Triyono merasa sangat terkesan. Ia tidak ragu melontarkan pujian atas keseriusan SMKN 1 Kalipuro dalam berinvestasi pada teknologi pendidikan. Menurutnya, keberadaan fasilitas yang mutakhir seperti ini membuktikan bahwa sekolah tidak main-main dalam mempersiapkan para tarunanya agar tidak canggung saat melangkah ke atas kapal niaga yang sesungguhnya. Kesan mendalam ini memperkuat komitmen Cabang Dinas Pendidikan untuk terus mengawal dan mendukung penuh setiap program pengembangan yang diajukan oleh pihak sekolah.

Diskusi Gayeng: Membedah Struktur Kurikulum DP IV Bersama Praktisi PT DLU

Setelah sesi peninjauan fasilitas selesai dilaksanakan, fokus kegiatan kembali beralih ke ruang utama untuk memulai agenda inti, yakni forum diskusi sinkronisasi kurikulum. Sesi ini berlangsung dalam atmosfer yang sangat gayeng—sebuah istilah dalam bahasa Jawa yang menggambarkan suasana diskusi yang hangat, akrab, mengalir, penuh kekeluargaan, tetapi tetap menjaga profesionalisme dan substansi yang tinggi.

Antusiasme yang luar biasa tampak jelas dari kedua belah pihak. Unsur internal SMKN 1 Kalipuro yang diwakili oleh para guru produktif tampak siap dengan tumpukan dokumen draf kurikulum, sementara perwakilan dari PT Dharma Lautan Utama Cabang Banyuwangi hadir dengan membawa standar kompetensi industri terkini yang berlaku di armada pelayaran mereka.

Pemaparan materi dari pihak sekolah disampaikan secara bergantian oleh dua sosok pendidik muda yang kompeten dan energik, yaitu I Wayan Nana Anggarsana, S.Pd., Gr. dan Gilang Ramadhan, S.Pd. Dalam presentasinya, Wayan Nana dan Gilang mengupas secara tuntas mengenai struktur kurikulum Tingkat Diklat Pelaut (DP) IV yang saat ini diterapkan di SMKN 1 Kalipuro. Mereka memaparkan alokasi jam pelajaran, sebaran mata pelajaran keahlian untuk jurusan Nautika maupun Teknika, hingga target capaian pembelajaran yang diharapkan dapat dikuasai oleh taruna pada setiap semesternya.

Pemaparan yang sistematis tersebut kemudian ditanggapi, dibedah, dan divalidasi secara langsung oleh dua perwakilan manajemen sekaligus praktisi senior dari PT Dharma Lautan Utama, yaitu Pak Arief dan Pak Puguh. Selaku validator eksternal, baik Pak Arief maupun Pak Puguh memberikan pandangan yang sangat berharga dari sudut pandang operator kapal yang setiap hari menghadapi dinamika di laut.

Diskusi yang berlangsung berjam-jam tersebut secara mendalam membahas lima poin esensial yang menjadi pilar utama pembentukan karakter dan kompetensi taruna-taruni SMKN 1 Kalipuro:

1. Sinkronisasi Kurikulum Diklat Pelaut (DP) IV

Pak Arief menekankan bahwa kurikulum DP IV yang diajarkan di sekolah harus benar-benar selaras dengan regulasi terbaru dari Amandemen Manila. Kompetensi dasar seperti ilmu pelayaran datar, dinas jaga anjungan, meteorologi, hingga penanganan muatan harus diperkuat dengan studi kasus riil yang sering terjadi di kapal niaga domestik maupun internasional. Validasi dilakukan untuk memastikan tidak ada kesenjangan antara teori di buku teks sekolah dengan aplikasi sistem digital di atas kapal milik PT DLU.

2. Standardisasi Manajemen Praktik Layar (Prala)

Salah satu topik utama yang menyedot perhatian besar adalah mekanisme pelaksanaan Praktik Layar (Prala) selama satu tahun penuh bagi taruna tingkat akhir. Pak Puguh menjelaskan bahwa PT Dharma Lautan Utama berkomitmen untuk menyediakan ruang bagi taruna-taruni SMKN 1 Kalipuro untuk melaksanakan Prala di armada kapal mereka. Namun, pihak industri menetapkan kriteria seleksi yang ketat. Sinkronisasi ini membahas bagaimana sekolah dapat menyiapkan Log Book Prala yang terstandardisasi, sehingga perwira kapal dapat memberikan penilaian yang objektif terhadap performa taruna selama magang di laut.

3. Penegakan Kedisiplinan dan Pembentukan Karakter

Unsur kedisiplinan menjadi bahasan yang tidak kalah sengit tetapi disepakati dengan bulat oleh kedua belah pihak. Pak Arief mengingatkan bahwa bekerja di kapal niaga adalah pekerjaan dengan risiko tinggi yang menuntut kepatuhan mutlak terhadap perintah atasan dan prosedur keselamatan (SOP). Sedikit saja kelalaian karena ketidakdisiplinan dapat berakibat fatal bagi keselamatan awak kapal dan muatan. Gilang Ramadhan menanggapi hal ini dengan menjelaskan sistem pembinaan mental dan fisik yang diterapkan di SMKN 1 Kalipuro, yang dirancang untuk membentuk karakter taruna yang tangguh, jujur, memiliki loyalitas tinggi, dan bermental baja dalam menghadapi tekanan kerja di laut.

4. Optimalisasi Sistem Manajemen Asrama Ketarunaan

Diskusi juga merambah pada pola pengasuhan taruna di dalam asrama (dormitory). Pihak PT DLU menilai bahwa asrama yang dimiliki oleh SMKN 1 Kalipuro merupakan laboratorium karakter terbaik. Di dalam asrama, para taruna-taruni dilatih untuk hidup mandiri, menjaga kebersihan, mengatur waktu secara presisi, dan membangun kerja sama tim (teamwork) yang solid lintas angkatan. Pihak sekolah dan industri sepakat untuk mengadopsi beberapa elemen manajemen kehidupan di atas kapal untuk diterapkan dalam aturan harian asrama, seperti pelaksanaan apel berkala, pembagian tugas jaga (ronda malam), dan penerapan sanksi edukatif yang disiplin.

5. Strategi Mempertahankan Status Approval Ditjen Hubla

Menutup sesi diskusi, kedua belah pihak membahas langkah bersama untuk mempertahankan status approval yang baru saja diraih sekolah pada 5 Februari 2026. Pak Puguh mengingatkan bahwa mempertahankan status lebih sulit daripada meraihnya. Ditjen Hubla akan melakukan audit berkala secara ketat terhadap konsistensi pelaksanaan kurikulum. Oleh karena itu, kegiatan sinkronisasi bersama PT DLU ini dinilai sebagai langkah nyata penjaminan mutu yang otentik. Dokumen hasil sinkronisasi ini akan menjadi bukti sahih bagi auditor kementerian bahwa SMKN 1 Kalipuro secara aktif melakukan pembaruan kurikulum bersama dunia industri terpercaya.


Langkah Nyata Menuju Poros Pendidikan Maritim Unggulan

Pelaksanaan IHT Sinkronisasi Kurikulum ini melahirkan sebuah kesepahaman baru yang tertuang dalam naskah kerja sama operasional yang lebih matang antara SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi dengan PT Dharma Lautan Utama. Kegiatan ini membuktikan bahwa konsep Link and Match antara dunia pendidikan vokasi dengan dunia industri bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan sebuah aksi nyata yang dikerjakan dengan hati dan integritas.

Dengan sinergi yang harmonis ini, SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi semakin mantap menapakkan kakinya sebagai salah satu institusi pendidikan maritim yang paling diperhitungkan di Indonesia. Dukungan ketersediaan lahan yang luas dari pemerintah, fasilitas teknologi simulator yang canggih, etos kerja para pendidik yang tak kenal libur, serta bimbingan teknis langsung dari praktisi industri seperti PT DLU menjadi modal yang sangat kuat.

Masa depan cerah kini membentang di hadapan para taruna dan taruni SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi. Melalui kurikulum yang telah tervalidasi dan tersinkronisasi dengan sempurna, mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi penonton di negara maritim ini, melainkan dicetak untuk menjadi perwira-perwira kapal niaga yang tangguh, andal, berkarakter mulia, dan siap memimpin pelayaran di lautan nusantara hingga samudra global. Agenda IHT ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mengawal implementasi kurikulum baru ini pada tahun ajaran yang akan datang demi kejayaan maritim Indonesia.#



SMKN 1 KALIPURO

IROE SUKARTONO MAHDI S.Pd., M.Pd.

Editor