BMKG Beri Pembekalan Mitigasi Cuaca di SMKN 1 Kalipuro, Kacabdin Pendik Banyuwangi Tinjau Rombong Kedai Karya Siswa

Featured blog image
DIMENSI 27 August 2026

BMKG Beri Pembekalan Mitigasi Cuaca di SMKN 1 Kalipuro, Kacabdin Pendik Banyuwangi Tinjau Rombong Kedai Karya Siswa

Author

IROE SUKARTONO MAHDI S.Pd., M.Pd.

Editor

BANYUWANGI, e-bulletin—Suasana Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tampak berbeda dari biasanya pada Rabu (26/8/2026). Sekolah berbasis pelayaran kapal niaga tersebut menggelar dua agenda strategis sekaligus yang melibatkan penguatan kapasitas teknis keilmuan maritim serta pengembangan sektor kewirausahaan berbasis teaching factory.

Agenda pertama diawali dengan edukasi dan edukasi teknis keselamatan kelautan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sementara agenda kedua diisi dengan agenda inspeksi dan tinjauan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Iwan Triyono, S.H., M.M., terhadap produk inovasi keahlian siswa berupa rombong kedai pesanan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi.


Pemahaman Cuaca Ekstrem dan Mitigasi Bencana Kelautan

Dalam agenda pertama, puluhan taruna dan taruni Jurusan Pelayaran Kapal Niaga SMKN 1 Kalipuro berkumpul di aula utama sekolah untuk mengikuti pembekalan intensif dari tim ahli BMKG. Materi difokuskan pada pemahaman terhadap pergeseran pola cuaca global, kondisi iklim ekstrem di wilayah perairan Indonesia, serta mitigasi kedaruratan bencana alam.

Perwakilan BMKG memaparkan pentingnya pemahaman navigasi berbasis pemantauan cuaca secara real-time bagi calon pelaut profesional. Dalam pemaparannya, BMKG juga menyoroti kondisi geologis terkini di wilayah Nusantara, termasuk dinamika kegempaan yang sempat melanda kawasan Lombok dan sekitarnya beberapa waktu terakhir.

Para taruna dan taruni dibekali pemahaman mendalam mengenai sistem peringatan dini (early warning system), teknik pembacaan radar cuaca kelautan, hingga protokol evakuasi dan mitigasi mandiri saat terjadi potensi tsunami atau gempa di tengah pelayaran.

Langkah ini dinilai amat krusial mengingat profesi di bidang pelayaran memiliki risiko amat tinggi terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Melalui pembekalan ini, para siswa tidak hanya dilatih menjadi tenaga ahli pelayaran yang andal secara teknis, tetapi juga tanggap dan cerdas dalam menghadapi potensi risiko alam di tengah laut.



Peninjauan Rombong Kedai Kewirausahaan oleh Cabang Dinas Pendidikan

Usai pembekalan dari BMKG, rombongan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kalipuro menyambut kedatangan Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Iwan Triyono, S.H., M.M. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau langsung hasil karya siswa berupa unit rombong kedai (booth usaha grafis) yang diproduksi secara mandiri di bengkel praktik sekolah.

Rombong kedai ini merupakan pesanan khusus dari BAZNAS Kabupaten Banyuwangi yang dirancang khusus untuk mendukung program penguatan kewirausahaan sekolah. Rencananya, unit-unit rombong kedai berkualitas tinggi tersebut akan didistribusikan kepada 5 sekolah terpilih di Kabupaten Banyuwangi sebagai sarana pelatihan dan pemberdayaan ekonomi produktif berbasis siswa.

Dalam peninjauannya, Iwan Triyono mengamati secara rinci kualitas bahan, kepresisian struktur logam, finishing, serta fungsionalitas tata letak dari rombong kedai buatan siswa tersebut. Iwan memberikan apresiasi tinggi terhadap standar presisi dan kerapian hasil produksi yang dinilai tidak kalah dengan buatan manufaktur komersial.

"Ini adalah bukti konkret bahwa SMKN 1 Kalipuro mampu menerjemahkan konsep teaching factory dengan sangat baik. Produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar akademis pembelajaran, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pasar dan industri nyata," ujar Iwan di sela-sela peninjauannya.

Iwan menambahkan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan vokasi, BAZNAS, dan instansi pemerintah seperti ini merupakan model pemberdayaan yang sangat ideal untuk mencetak generasi muda berjiwa wirausaha sekaligus mandiri secara ekonomi.



Pengakuan Approval Dirjen Hubla dan Peluang Usaha Komersial

Apresiasi yang diberikan kepada SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi tidak lepas dari rekam jejak capaian sekolah yang kian solid. Pada 5 Februari 2026 lalu, SMKN 1 Kalipuro resmi memperoleh status approval (kelayakan sertifikasi) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Status sertifikasi resmi ini menjadi pengakuan negara atas standar kurikulum, kualifikasi pengajar, serta fasilitas laboratorium dan bengkel praktik pelayaran yang dimiliki oleh SMKN 1 Kalipuro. Dengan predikat approval ini, kelulusan para taruna dan taruni diakui secara penuh sesuai kriteria keselamatan pelayaran nasional maupun internasional.

Kombinasi antara keahlian maritim berstandar nasional dan keahlian teknis manufaktur terbukti mampu menghasilkan unit usaha sekolah yang sangat produktif. Tidak hanya melayani pesanan kelembagaan seperti BAZNAS, pihak sekolah kini secara terbuka memberikan kesempatan kepada masyarakat umum, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maupun instansi lain yang berminat untuk memesan unit rombong kedai custom karya siswa SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi.

Pihak sekolah menjamin bahwa setiap unit rombong kedai yang diproduksi mengedepankan kualitas material yang tahan lama, desain ergonomis, serta harga yang kompetitif.

Melalui dua agenda besar yang berlangsung hari ini, SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus memadukan peningkatan kompetensi teknis pelayaran, kesiapsiagaan mitigasi bencana, serta pengembangan daya saing kewirausahaan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.#

SMKN 1 KALIPURO

IROE SUKARTONO MAHDI S.Pd., M.Pd.

Editor