BMKG Beri Pembekalan Mitigasi Cuaca di SMKN 1 Kalipuro, Kacabdin Pendik Banyuwangi Tinjau Rombong Kedai Karya Siswa
BANYUWANGI, e-bulletin—Suasana Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tampak berbeda dari biasanya pada Rabu (26/8/2026). Sekolah berbasis pelayaran kapal niaga tersebut menggelar dua agenda strategis sekaligus yang melibatkan penguatan kapasitas teknis keilmuan maritim serta pengembangan sektor kewirausahaan berbasis teaching factory.
Agenda pertama diawali dengan edukasi dan edukasi teknis keselamatan kelautan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sementara agenda kedua diisi dengan agenda inspeksi dan tinjauan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Iwan Triyono, S.H., M.M., terhadap produk inovasi keahlian siswa berupa rombong kedai pesanan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyuwangi.
Pemahaman Cuaca Ekstrem dan Mitigasi Bencana Kelautan
Dalam agenda pertama, puluhan taruna dan taruni
Jurusan Pelayaran Kapal Niaga SMKN 1 Kalipuro berkumpul di aula utama sekolah untuk
mengikuti pembekalan intensif dari tim ahli BMKG. Materi difokuskan pada
pemahaman terhadap pergeseran pola cuaca global, kondisi iklim ekstrem di
wilayah perairan Indonesia, serta mitigasi kedaruratan bencana alam.
Perwakilan BMKG memaparkan pentingnya pemahaman
navigasi berbasis pemantauan cuaca secara real-time bagi calon
pelaut profesional. Dalam pemaparannya, BMKG juga menyoroti kondisi geologis
terkini di wilayah Nusantara, termasuk dinamika kegempaan yang sempat melanda
kawasan Lombok dan sekitarnya beberapa waktu terakhir.
Para taruna dan taruni dibekali pemahaman mendalam
mengenai sistem peringatan dini (early warning system), teknik pembacaan
radar cuaca kelautan, hingga protokol evakuasi dan mitigasi mandiri saat
terjadi potensi tsunami atau gempa di tengah pelayaran.
Langkah ini dinilai amat krusial mengingat profesi
di bidang pelayaran memiliki risiko amat tinggi terhadap perubahan iklim dan
cuaca ekstrem. Melalui pembekalan ini, para siswa tidak hanya dilatih menjadi
tenaga ahli pelayaran yang andal secara teknis, tetapi juga tanggap dan cerdas
dalam menghadapi potensi risiko alam di tengah laut.
Peninjauan Rombong Kedai
Kewirausahaan oleh Cabang Dinas Pendidikan
Usai pembekalan dari BMKG, rombongan Sekolah
Menengah Kejuruan Negeri 1 Kalipuro menyambut kedatangan Plt. Kepala Cabang
Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Iwan Triyono, S.H., M.M.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau langsung hasil karya siswa berupa
unit rombong kedai (booth usaha grafis) yang diproduksi secara
mandiri di bengkel praktik sekolah.
Rombong kedai ini merupakan pesanan khusus dari
BAZNAS Kabupaten Banyuwangi yang dirancang khusus untuk mendukung program
penguatan kewirausahaan sekolah. Rencananya, unit-unit rombong kedai
berkualitas tinggi tersebut akan didistribusikan kepada 5 sekolah terpilih di
Kabupaten Banyuwangi sebagai sarana pelatihan dan pemberdayaan ekonomi
produktif berbasis siswa.
Dalam peninjauannya, Iwan Triyono mengamati secara
rinci kualitas bahan, kepresisian struktur logam, finishing, serta
fungsionalitas tata letak dari rombong kedai buatan siswa tersebut. Iwan
memberikan apresiasi tinggi terhadap standar presisi dan kerapian hasil
produksi yang dinilai tidak kalah dengan buatan manufaktur komersial.
"Ini adalah bukti konkret bahwa SMKN 1
Kalipuro mampu menerjemahkan konsep teaching factory dengan sangat baik.
Produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar akademis pembelajaran,
tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pasar dan industri nyata," ujar Iwan
di sela-sela peninjauannya.
Iwan menambahkan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan vokasi, BAZNAS, dan instansi pemerintah seperti ini merupakan model pemberdayaan yang sangat ideal untuk mencetak generasi muda berjiwa wirausaha sekaligus mandiri secara ekonomi.
Pengakuan Approval Dirjen Hubla
dan Peluang Usaha Komersial
Apresiasi yang diberikan kepada SMKN 1 Kalipuro
Banyuwangi tidak lepas dari rekam jejak capaian sekolah yang kian solid. Pada 5
Februari 2026 lalu, SMKN 1 Kalipuro resmi memperoleh status approval
(kelayakan sertifikasi) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen
Hubla) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Status sertifikasi resmi ini menjadi pengakuan
negara atas standar kurikulum, kualifikasi pengajar, serta fasilitas
laboratorium dan bengkel praktik pelayaran yang dimiliki oleh SMKN 1 Kalipuro.
Dengan predikat approval ini, kelulusan para taruna dan taruni diakui
secara penuh sesuai kriteria keselamatan pelayaran nasional maupun
internasional.
Kombinasi antara keahlian maritim berstandar
nasional dan keahlian teknis manufaktur terbukti mampu menghasilkan unit usaha
sekolah yang sangat produktif. Tidak hanya melayani pesanan kelembagaan seperti
BAZNAS, pihak sekolah kini secara terbuka memberikan kesempatan kepada
masyarakat umum, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maupun
instansi lain yang berminat untuk memesan unit rombong kedai custom
karya siswa SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi.
Pihak sekolah menjamin bahwa setiap unit rombong
kedai yang diproduksi mengedepankan kualitas material yang tahan lama, desain
ergonomis, serta harga yang kompetitif.
Melalui dua agenda besar yang berlangsung hari ini,
SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus memadukan
peningkatan kompetensi teknis pelayaran, kesiapsiagaan mitigasi bencana, serta
pengembangan daya saing kewirausahaan yang berdampak langsung bagi masyarakat
luas.#