Optimalisasi Praktik Kerja Laut (PRALA) Taruna SMKN 1 Kalipuro TA. 2025/2026
Penyusun : Wawuh QMR
Optimalisasi Praktik Kerja Laut (PRALA) Taruna SMKN 1 Kalipuro Menuju Titik Temu Penyelarasan Kurikulum Sekolah dengan Realita Aktivitas Kerja di Atas Kapal.
Menjawab Tantangan Dunia Maritim, Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia menuntut sumber daya manusia kelautan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga tangguh menghadapi dinamika nyata di atas kapal. SMKN 1 Kalipuro, Banyuwangi, menjawab tantangan ini melalui Program Praktik Kerja Laut (PRALA) bagi 54 taruna taruni jurusan Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga yang terbagi ke 7 Perusahaan Pelayaran yang telah memiliki Perjanjian kerjasama dengan pihak sekolah melalui 18 Kapal Niaga yang tersedia, dengan masa praktek laut selama 6 (enam) bulan yang dimulai pada 12 mei 2026.
PRALA bukan sekadar syarat kelulusan. Ia adalah jembatan kritis yang menghubungkan bangku sekolah dengan kerasnya gelombang Selat Bali hingga samudera lepas. Namun, pertanyaannya: sudahkah kurikulum kampus benar-benar “nyambung” dengan realita kerja di atas kapal..?
Potret Realita aktivitas di atas kapal Ketika disandingkan dengan Teori di sekolah, maka akan terlihat beberapa hal sebagai berikut :
1. Kesenjangan yang Sering Muncul.
Selama pelaksanaan PRALA 2026, beberapa taruna SMKN 1 Kalipuro akan mencatat titik adaptasi:
• Teknologi di Atas Kapal: ada beberapa kapal niaga sudah menggunakan peralatan navigasi versi terbaru, integrated bridge system, dan engine automation. Sementara modul di sekolah masih dominan pada sistem konvensional.
• Manajemen Krisis: Teori “abandon ship” di kelas berbeda dengan latihan muster drill yang langsung di laksanakan di atas kapal laut dengan kondisi nyata di laut.
• Budaya Kerja Multinasional: Di kapal laut, taruna dituntut bisa berkomunikasi bahasa Inggris maritim, etos kerja lintas budaya, dan hierarki yang sangat ketat, aspek yang terkadang luput dalam simulasi sekolah.
2. Titik Temu yang Berhasil Diselaraskan.
Di sisi lain, PRALA juga membuktikan beberapa keunggulan kurikulum SMKN 1 Kalipuro, yaitu:
• Basic Safety Training (BST): Materi fire fighting dan survival at sea yang diajarkan terbukti aplikatif saat drill rutin.
• Disiplin Taruna: Pembinaan karakter ketarunaan di sekolah membuat taruna cepat beradaptasi dengan jam dinas jaga 4-8 dan rantai hirarki komando kapal.
• Dokumentasi & Log Book: Kebiasaan mencatat di simulator kapal laut sekolah dan bengkel sekolah memudahkan taruna belajar mengisi Deck Log Book dan Engine Log Book dengan rapi.
Strategi Optimalisasi: Dari Evaluasi serta monitoring dari temuan di lapangan, SMKN 1 Kalipuro bersama mitra industri PT.Dharma Lautan Utama, PT. Karya Maritim Indonesia dan beberapa Perusahaan Pelayaran lainnya merumuskan 3 langkah optimalisasi:
1. Penyelarasan Kurikulum dengan Dunia Industri terus disempurnakan
2. Soft skill pembentukan kharakter pelaut profesional tetap masuk prioritas
3. Pembelajaran praktek diperbanyak untuk beberapa mata pelajaran keahlian dengan memaksimalkan penggunaan simulator kapal laut, bengkel, ruang peta, ruang praktek anjungan dan laboratorium sekolah.
Dengan melaksanakan optimalisasi praktek laut ini, diharapkan SMK Negeri 1 Kalipuro akan mencetak Pelaut Profesional yang selaras dengan visi dan misi sekolah.
- Testimoni Capt. Gede Yuliana, Nahkoda Pembimbing KMP. Pottre Koneng: Untuk taruna taruni yang sekarang praktek di kapal kami sangat bagus bapak,, dari segi sikap karakter dan ke aktifan di atas kapal, tinggal poles sedikit lagi siap kerja bapak..
- Testimoni Taruni Dinara, Taruni Praktek di KMP. Pottre Koneng: Menjalani Praktik Laut (Prala) di KMP.Pottre Koneng adalah pengalaman yang berharga. Teori yang diajarkan di sekolah benar-benar dilaksanakan di kapal. Pengalaman ini meyakinkan saya nantinya menjadi pelaut sejati yang siap bertugas!"