SISWA SD ISLAM ALKAHIRIYAH JELAJAHI DUNIA MARITIM SIMULATOR DI SMKN 1 KALIPURO

Featured blog image
Kegiatan 25 May 2026

SISWA SD ISLAM ALKAHIRIYAH JELAJAHI DUNIA MARITIM SIMULATOR DI SMKN 1 KALIPURO

Author

IROE SUKARTONO MAHDI S.Pd., M.Pd.

Editor

BANYUWANGI, e-bulletin–Suara gemuruh mesin kapal fiktif terdengar samar dari dalam sebuah ruangan berukuran besar di SMKN 1 Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur. Di dalam ruangan gelap yang dikelilingi layar proyeksi melengkung tersebut, puluhan anak-anak tampak terpukau. Layar raksasa di depan mereka menampilkan simulasi visual Selat Bali yang biru, lengkap dengan riak gelombang dan siluet kapal feri yang melintas di kejauhan.

Bagi anak-anak sekolah dasar, pemandangan ini bukan sekadar visualisasi biasa, melainkan sebuah gerbang pembuka cakrawala baru tentang luasnya dunia maritim Indonesia.

Pada Sabtu siang, 23-5-2026, sebanyak 134 siswa kelas 5 dari SD Islam Al Khairiyah Banyuwangi berkesempatan melakukan kunjungan edukatif ke SMKN 1 Kalipuro. Sekolah menengah kejuruan ini bukan sekolah biasa; ia merupakan satu-satunya sekolah pelayaran kapal niaga di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang telah mengantongi kelayakan resmi (approval) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Rombongan besar yang terdiri dari empat kelas—yaitu kelas 5A, 5B, 5C, dan 5D—didampingi oleh 4 orang guru kelas serta 6 perwakilan komite sekolah dan orang tua murid. Kehadiran mereka membawa keriuhan positif di lingkungan sekolah kejuruan yang biasanya kental dengan disiplin korps taruna tersebut.


Membuka Jendela Maritim sejak Dini

Motivasi di balik kunjungan ini berawal dari rasa penasaran yang tumbuh di ruang kelas SD Islam Al Khairiyah. Kepala Sekolah dan para guru menyadari bahwa pembelajaran tekstual di dalam kelas acap kali belum cukup untuk menggambarkan kekayaan potensi maritim yang dimiliki Indonesia, khususnya Kabupaten Banyuwangi yang dikelilingi oleh garis pantai yang panjang.

Informasi mengenai keberadaan fasilitas canggih berupa bridge simulator (simulator kemudi kapal niaga) di SMKN 1 Kalipuro awalnya diperoleh dari salah satu guru SD Islam Al Khairiyah. Terpikat oleh potensi edukasi yang ditawarkan, pihak sekolah segera merancang agenda pembelajaran di luar lingkungan sekolah (outdoor learning). Targetnya jelas: memberikan pengalaman belajar yang otentik, kontekstual, dan mampu memicu imajinasi anak-anak tentang profesi di laut.

"Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda, langsung berinteraksi dengan dunia nyata yang selama ini mungkin hanya mereka lihat di buku pelajaran atau televisi," ujar salah satu guru pendamping dari SD Islam Al Khairiyah di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, mengenalkan dunia maritim kepada anak-anak yang tumbuh di daerah pesisir seperti Banyuwangi adalah sebuah keharusan. Melalui kunjungan ini, pihak sekolah berharap dapat menanamkan rasa bangga terhadap identitas Indonesia sebagai negara kepulauan (maritime pride) sejak usia dini.

Menyambut Generasi Penerus di Ruang Simulator

Kedatangan rombongan besar dari SD Islam Al Khairiyah ini disambut hangat oleh pihak SMKN 1 Kalipuro. Perwakilan sekolah kejuruan tersebut, Wawuh Sondi Purnomo, S.T., Gr., bertindak langsung sebagai pemandu sekaligus mentor bagi anak-anak sepanjang kunjungan.

Pak Wawuh, begitu ia akrab disapa, bukanlah sosok sembarangan. Ia adalah seorang praktisi pelayaran kapal niaga berpengalaman yang telah bertahun-tahun mengarungi samudra. Setelah memutuskan untuk menyudahi masa-masa berlayarnya di laut lepas, ia memilih untuk mengabdi di dunia pendidikan sebagai guru produktif melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMKN 1 Kalipuro.

"Mengedukasi anak-anak sedini ini tentang dunia pelayaran adalah investasi masa depan. Kita adalah negara maritim besar, dan dari anak-anak inilah kelak lahir nakhoda-nakhoda baru yang akan menguasai lautan kita sendiri," tutur Wawuh Sondi Purnomo dengan nada optimis.

Di hadapan ratusan siswa yang berkumpul, Pak Wawuh dengan telaten dan komunikatif memberikan penjelasan mengenai dasar-dasar ilmu pelayaran, fungsi kapal niaga dalam rantai logistik global, hingga pentingnya sertifikasi internasional dalam profesi pelaut. Bahasa yang digunakannya sederhana, diselingi gurauan khas yang membuat anak-anak usia sekolah dasar tersebut tidak bosan mendengarkan materi yang sejatinya cukup berbobot.

Fokus utama kunjungan ini tentu saja adalah mencicipi kecanggihan simulator kapal niaga. Fasilitas simulator ini merupakan alat vital yang digunakan oleh para taruna SMKN 1 Kalipuro untuk berlatih mengemudikan kapal dalam berbagai kondisi cuaca, arus laut, dan situasi darurat sebelum mereka benar-benar diterjunkan untuk praktik kerja di kapal niaga yang sesungguhnya. Karena statusnya yang sudah di-approval oleh Kementerian Perhubungan, standar peralatan dan visualisasi yang ada di simulator ini sama persis dengan yang digunakan pada pusat-pusat pelatihan pelaut profesional.

Antusiasme Menjadi "Kapten Kapal" Sehari

Secara bergantian dan teratur, siswa-siswi dari kelas 5A hingga 5D memasuki ruang simulator. Begitu melangkah ke dalam ruangan, decak kagum langsung terdengar dari mulut anak-anak. Di hadapan mereka, berjajar konsol kendali yang rumit, lengkap dengan tuas gas (throttle), roda kemudi kapal (steering wheel), radar, kompas digital, hingga indikator cuaca.

Pak Wawuh kemudian memberikan kesempatan langka yang paling dinanti-nantikan: mencoba menjalankan kemudi kapal secara langsung. Beberapa perwakilan siswa maju dengan malu-malu tetapi antusias. Didampingi langsung oleh Pak Wawuh, tangan-tangan kecil mereka mulai memegang roda kemudi besi yang besar.

Tatkala roda kemudi diputar ke kanan, visualisasi laut pada layar besar ikut bergerak, menyimulasikan kapal yang sedang berbelok haluan membelah ombak. Pengalaman sensorik ini memberikan sensasi nyata seolah-olah mereka sedang berada di atas jembatan komando (bridge) sebuah kapal tangker atau kapal kargo raksasa.

"Seru sekali! Tadi saya mencoba memutar kemudi untuk menghindari kapal lain di depan. Rasanya seperti jadi kapten kapal beneran," kata Ahmad, salah satu siswa kelas 5 dengan mata berbinar-binar penuh kegembiraan setelah keluar dari ruang simulator.

Tidak hanya para siswa, respon luar biasa juga datang dari para guru dan komite orang tua yang mendampingi. Mereka menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak SMKN 1 Kalipuro atas keterbukaan dan ilmu yang dibagikan. Bagi para guru, kunjungan ini melampaui ekspektasi kurikulum. Pengalaman langsung memegang kemudi kapal di ruang simulator dinilai sebagai metode pembelajaran spasial dan motorik yang sangat membekas di memori anak-anak.

Harapan dari Sudut Selat Bali

Kunjungan edukatif ini merefleksikan pentingnya kolaborasi antar-jenjang pendidikan di daerah. SMKN 1 Kalipuro Banyuwangi, dengan keunggulan fasilitas spesifiknya yang telah diakui secara nasional, terbukti mampu menjadi destinasi edukasi yang inklusif, tidak hanya bagi lulusan SMP yang ingin menjadi taruna, tetapi juga bagi anak-anak usia dini untuk mengenal potensi lokal mereka.

Sebagai satu-satunya sekolah pelayaran kapal niaga berstatus approved di koridor Jawa Timur hingga Nusa Tenggara, SMKN 1 Kalipuro memikul tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia maritim yang andal. Dan melalui kunjungan SD Islam Al Khairiyah ini, sekolah tersebut juga telah mengambil peran penting dalam menyemai benih-benih cinta laut kepada generasi masa depan.

Saat matahari mulai bergeser ke barat, rombongan angkutan kota SD Islam Al Khairiyah bersiap meninggalkan kompleks SMKN 1 Kalipuro. Dari balik kaca jendela angkutan kota, anak-anak melambaikan tangan perpisahan kepada Pak Wawuh dan para taruna. Mereka pulang tidak hanya membawa cerita seru untuk diceritakan kepada orang rumah, tetapi juga membawa wawasan baru tentang cakrawala maritim yang luas, dan mungkin—bagi sebagian dari mereka—sebuah cita-cita baru untuk menjadi penjaga lautan Nusantara.#

SMKN 1 KALIPURO

IROE SUKARTONO MAHDI S.Pd., M.Pd.

Editor