Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMKN 1 Kalipuro: Meneguhkan Ideologi, Menyiapkan Perwira Samudra Berkarakter

Featured blog image
DIMENSI • 01 October 2026

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMKN 1 Kalipuro: Meneguhkan Ideologi, Menyiapkan Perwira Samudra Berkarakter

Author

IROE SUKARTONO MAHDI S.Pd., M.Pd.

Editor

BANYUWANGI─e bulletin— Angin laut Selat Bali berembus perlahan membelah deretan barisan ratusan taruna dan taruni yang berdiri tegap di lapangan utama Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026) pagi. Di sekolah kejuruan pelayaran yang mencetak calon Perwira Pelayaran Kapal Niaga tersebut, suasana khidmat terasa menyelimuti seluruh area kampus sejak pukul 07.00 WIB.

Para peserta yang terdiri atas kepala sekolah, dewan guru, staf tata usaha, hingga seluruh taruna-taruni tampak mengikutinya dengan penuh kedisiplinan. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini menjadi momentum krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan, mengingat sejarah panjang perjuangan bangsa dalam mempertahankan ideologi negara dari ancaman disintegrasi.


Danramil 0825/21 Kalipuro hadir bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam posisinya di atas mimbar utama, Danramil memimpin jalannya seluruh tahapan peringatan bersejarah tersebut, mulai dari penghormatan pasukan, pengibaran Sang Saka Merah Putih, hingga pembacaan amanat resmi.

 

Resonansi Ikrar dan Pesan Kebudayaan

Salah satu prosesi yang menyedot perhatian seluruh peserta upacara adalah pembacaan Teks Ikrar Hari Kesaktian Pancasila 2026. Dibacakan secara lantang oleh petugas yang ditunjuk, ikrar tersebut mempertegas kembali ingatan kolektif bangsa akan berbagai dinamika serta rongrongan yang pernah mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Naskah ikrar tersebut menegaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara kerap timbul karena kelengahan dan kekurangwaspadaan bangsa terhadap gerakan-gerakan radikal yang berupaya menumbangkan Pancasila. Namun, melalui semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur, Indonesia terbukti mampu bertahan dan menjaga keutuhan teritorium serta ideologinya. Teks penutup ikrar yang diresmikan atas nama bangsa Indonesia di Jakarta per 1 Oktober 2026 itu ditirukan dalam hati oleh seluruh peserta upacara yang hadir.

Selaku Inspektur Upacara, Danramil Kalipuro juga membacakan sambutan tertulis dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Sesuai Pedoman Resmi Kementerian Kebudayaan Nomor: B/668/MK/TU.02.03/2026, amanat menteri menyoroti empat pilar utama yang menjadi perhatian nasional saat ini.

Poin pertama berfokus pada refleksi historis pembelaan ideologi. Amanat tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melupakan jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam mempertahankan Pancasila dari ancaman gerakan separatisme maupun pemberontakan di masa lalu.

Poin kedua membedah implementasi tema peringatan tahun 2026, yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Dalam konteks ini, Pancasila diposisikan bukan sekadar dokumen historis, melainkan tali pengikat di tengah kemajemukan suku, agama, dan budaya yang tersebar di seluruh pelosok nusantara.

Sementara pada poin ketiga, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya Pancasila sebagai sarana ketahanan budaya. Masyarakat diminta untuk terus menghidupkan tradisi gotong-royong dan sikap toleransi sebagai benteng pertahanan terbaik dalam menghadapi arus globalisasi, krisis moral, serta bahaya radikalisme yang berpotensi memecah belah bangsa.

Poin terakhir ditujukan secara khusus kepada generasi muda, termasuk para taruna kebaharian yang tengah menempuh pendidikan vocational di wilayah pesisir seperti Kalipuro. Generasi produktif diimbau untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan utama dalam bertindak, berinovasi, dan mengukir prestasi di bidangnya masing-masing.

 


Menyiapkan Perwira Samudra Berkarakter Pancasila

Dipilihnya SMKN 1 Kalipuro sebagai salah satu pusat perhatian pelaksanaan upacara di tingkat kecamatan memberikan makna tersendiri. Sekolah ini mendidik para calon perwira kapal niaga yang kelak akan berlayar menembus batas-batas teritorial internasional. Di atas kapal dan di tengah lautan luas, ketahanan mental serta kepribadian berbasis Pancasila menjadi modal penting selain kecakapan teknis navigasi.

Kepala SMKN 1 Kalipuro menyampaikan bahwa internalisasi nilai-nilai kebangsaan sangat krusial bagi siswa disiplin pelayaran. Karakter tangguh, jujur, serta memiliki rasa gotong royong yang tinggi merupakan syarat mutlak bagi seorang pelaut profesional saat bekerja bersama kru kapal dari berbagai latar belakang budaya.


Hingga seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, situasi di lapangan upacara SMKN 1 Kalipuro tetap berlangsung tertib dan tertata. Para taruna-taruni membubarkan barisan secara teratur untuk kembali melanjutkan aktivitas belajar-mengajar dengan semangat baru, membawa pesan kesaktian Pancasila dari lapangan menuju samudra luas.#

SMKN 1 KALIPURO

IROE SUKARTONO MAHDI S.Pd., M.Pd.

Editor